“SELAMANYA SANTRI”
Kang Erlan Naofal
Pengadilan Agama Teluk Kuantan
Ketika kata santri disebutkan maka yang muncul dalam benak setiap orang adalah orang yang mencari ilmu serta mondok dan menginap di pesantren dan itu tidaklah salah. Kata santri dalam bahasa Arab disebut Thalib (orang yang mencari) dan ada juga yang menyebutnya suntree (tiga matahari). Untuk sebutan yang ketiga ini tidak ada rujukannya alias penyebutan asal-asalan, namun memiliki makna filosofis yang sangat dalam karena suntree artinya tiga matahari. Yang dimaksud dengan tiga matahari disana adalah ilmu, iman dan amal. Ilmu, iman dan amal diserupakan (tasybih-salah satu cabang ilmu balaghah) dengan matahari karena memiliki titik persamaan (wajah syabah) yaitu menyinari dan menerangi sehingga ketika matahari muncul sirnalah kegelapan. Demikian pula dengan cahaya ilmu menyingkirkan gelapnya kebodohan, cahaya iman melenyapkan gelapnya kekufuran sedangkan cahaya amal melenyapkan gelapnya kema`siatan.
Sejatinya ketika seseorang memahami makna santri baik dari aspek bahasa Arab maupun dari kata suntree, maka tidak ada istilah berakhirnya sebutan santri dalam diri seseorang. Meskipun tamat dari sebuah pesantren, sejatinya ia sedang memasuki pondok pesantren kehidupan. Kehidupan adalah kitab yang tak akan habis-habisnya untuk dipelajari, dipahami dan dihayati tentunya dengan al-Qur`an dan hadits Sang Nabi sebagai pedoman dan tuntunan. Bukankah ruh santri adalah belajar dan belajar itu selama hayat dikandung badan. Ketika seseorang berhenti belajar maka berarti ia telah bersiap dalam kubangan kebodohan.
Almarhum Hasyim Muzadi dalam sebuah ceramah beliau di almamaternya Pondok Pesantren Gontor yang penulis saksikan di You Tube ,mengatakan bahwa pesantren hanya sekedar memberikan alat ada yang mengembangkan dan ada yang merasa cukup dengan apa yang telah dimiliki. Qan`ah terhadap harta sangat baik bahkan sifat mulia yang dianjurkan. Tetapi qana`ah terhadap ilmu adalah sebuah sifat tercela yang harus dihindarkan. Ada sebuah perkataan hikmah yang menyatakan:
من قنع بعلمه فقد جهل
Orang yang merasa cukup dengan ilmu yang telah ia peroleh, maka sebenarnya ia adalah orang yang jahil. Selamanya santri artinya selamanya kita selalu belajar. Belajar bisa dilakukan dimanapun, kapanpun, dari siapapun, dari manapun dari apapun yang terjadi. Jadilah senantiasa gelas yang kosong agar banyak yang didapatkan
Oleh karena itu, penulis selamanya adalah santri dan bangga dengan menjadi santri. meski santri dalam pengertian mondok hanya rentang waktu antara 1992-2000 di Pondok Pesantren Sukahideng, Tasikmalaya. Teluk Kuantan 23 Juli 2019.


