“DUA TEMAN YANG HEBAT”
Kang Erlan Naofal
Pengadilan Agama Teluk Kuantan.
Hari Rabu ba`da Dzuhur, tanggal 31 Juli 2019, penulis menelpon Waka PA. Siak YM. Dr. Yengkie. Ia adalah teman kuliah sewaktu menempuh pendidikan S3 di UIN Susqa, Ia merupakan teman bertanya dan berdiskusi penulis terutama dalam masalah hukum baik hukum materil maupun hukum formil. Dia sering memanggil penulis dengan panggilan “Kang” sebuah panggilan kehormatan orang tatar Pasundan dan biasanya disampaikan bagi orang yang lebih tua usianya. Ia memanggil penulis dengan panggilan “Kang” padahal sebenarnya usianya lebih tua lebih kurang beda enam bulan dari penulis. Itulah salah satu ciri orang hebat. Ia tidak sungkan memberikan apresiasi terhadap orang lain dengan sesuatu yang sederhana tetapi bermakna. Sedangkan penulis memanggilnya dengan panggilan “Doktor”.
Dalam pembicaraan tersebut terselip pembicaraan tentang kesehatan Ketua PA Siak YM. Doktor Faisal Saleh, Lc,MH.. yang juga merupakan teman dekat, penulis terutama semenjak diresmikannya PA Siak dan PA Teluk Kuantan sebagai dua pengadilan agama baru di Wilayah Hukum PTA Pekanbaru, Riau, pada tanggal 22 Oktober 2018 di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara oleh Ketua Mahkamah Agung YM. Prof. Dr. Hatta Ali, SH., MH. KPA Siak merupakan tempat bertanya dan berdiskusi penulis ketika menemukan permasalahan yang kurang dipahami terkait program-program Badilag yang berkaitan dengan IT seperti SIPP maupun E-Court.
Selanjutnya dalam kesempatan percakapan tersebut, Dr. Yengkie menyebutkan bahwa KPA. YM .Dr Faisal Saleh, Lc, MH. sekarang sedang pergi dan berobat ke Malaka untuk kemoterapi atas penyakit getah bening yang dideritanya. Dr. Yengkie meminta penulis agar mendo`akan kesembuhan buat KPA Siak tersebut.
Penulis kaget mendengar penyakit yang diderita KPA Siak karena selama bergaul dan berkomunikasi, KPA Siak enggak pernah mengeluh ataupun membicarakan tentang penyakitnya. Bahkan beberapa hari sebelumnya Penulis mengontak dan menanyakan beberapa permasalahan terkait dengan e-court. Ia menjawabnya dengan lugas dan jelas serta mengatakan saat ini ia sedang di bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru dalam rangka jalan-jalan ke Malaka dan tidak menjelaskan maksud sebenarnya yakni untuk berobat di Malaka, Malaysia.
KPA Siak sangat aktif berbagi ilmu dan pengalamannya dan aktip menjawab pertanyaan atau permintaan yang diajukan kepadanya. Ia seringkali men-share berita-berita atau aturan up to date. Hal tersebut nampak jelas terlihat baik di group wa pimpinan pa sewil PTA, Group KPA Se-Indonesia, group KPA/WKPA se-Riau, Ketua/Waka Alumni Redtop Talaud, Group Ketua satker baru, Hakim se-riau, dan lain-lain. Penyakit yang diderita bahkan saat berobat tidak menjadi penghalang dirinya untuk tetap berbagi ilmu dan pengalaman, tidak ada kata pelit dan kikir terhadap ilmu yang ia miliki. Penulis sendiri seringkali berkomunikasi dan berdiskusi melalui hand phone kalaupun ia tidak sempat menjawab karena adanya kesibukan. Biasanya saat rehat, ia memanggil balik atau menjapri lewat wa “ada apa syeikh”. Itulah ciri orang hebat yang tidak pernah mengeluh dan berusaha terus menerus memberikan yang terbaik dan manfaat yang banyak kepada orang-orang yang membutuhkannya kapanpun dan dimanapun.
Penulis merasa bangga memiliki kedua teman yang hebat dengan segala kelebihannya masing-masing. Sungguh banyak pelajaran dan ilmu yang diperoleh dari keduanya saat berdiskusi dan bertanya. Dalam tulisan sederhana ini, penulis meminta dengan segala kerendahan hati kepada yang membaca tulisan ini untuk berkenan mendo`akan agar Allah memberikan kesehatan kepada keduanya terutama kesehatan dan kesembuhan bagi Ketua PA Siak YM. Dr. Faisal Saleh, Lc., MH.
Dalam tulisan sederhana ini, izinkan penulis menuliskan sebuah puisi karya penulis berjudul “Teman”
TEMAN SEJATI
Siapa sebenarnya teman.
Ia bukanlah lawan
Bukan pula menjadi saingan
Ia tidak kan pernah jadi halangan
Dan sangat jauh menjadi rintangan
Tidak akan pernah menikam dari belakang
Apalah lagi menari di atas derita sang kawan
Kata-katanya memberikan dorongan
Petuahnya menjadi sokongan
Isyaratnya memberi dukungan
Memberi tanpa mengharapkan balasan
Mengingatkan kesalahan penuh kelembutan
Tidak mentertawakan, menjatuhkan apalagi menjerumuskan
Ikut berduka dalam penderitaan
Mengingatkan ketika dalam kelapangan
Kehidupan dan pengalaman kan mengajarkan
Sesiapa sebenarnya teman dan kawan dalam kehidupan
Mencari sebenarnya kesejatian seorang teman
Ibarat mencari belerang merah di rerumputan
Jarang dan susah didapatkan
Cerdaslah terhadap lawan
Yang berpenampilan seperti teman
Tetapi balaslah selalu dengan kebaikan
Agar nampak perbedaan
Antara emas dan besi karatan
Inilah panduan dan pegangan
Dalam mencari teman sejati dalam kehidupan. By Kang Erlan Teluk Kuantan,Kamis, 01 Agustus 2019.


