PANGGUNG SANDIWARA
Kang Erlan Naofal
Pengadilan Agama Teluk Kuantan
Derita dan tawa silih berganti di panggung sandiwara
semua kan sirna dan lenyap di telan masa
tiada yang tersisa selain cerita
menjadi goresan emas atau hitamnya tutur kata
dalam kertas-kertas sejarawan penyair dan pujangga
sang pendosa dan orang mulia
durjana dan ksatria bertarung meregang nyawa
atas nama-Nya atau demi sesuatu yang hampa
intrik taktik dan strategi dengan sekuat daya
hidup hanya cobaan dan fatamorgana
akhirnya semua kan kembali pada-Nya
hanya surga dan neraka pilihannya
jangan aneh dan terpedaya
dalam gelombang hidup sementara
semua ada dalam taqdir dan tadbir-Nya
berjalanlah dalam cahaya firman-Nya
disinari rembulan sabda nabi-Nya
pegang erat dan kukuhkan kaki di atas keduanya
agar berjaya dan tersenyum nanti di hadrat surga-Nya


