“ RANGKUL”
Kemenangan….. saatnya merangkul
Bukan terus menerus memukul
Apalagi sampai lawan babak belur
Terkapar dan tersungkur
Bisa-bisa perayaan hancur bak bubur
Kita kembali mundur
Bahkan semua bisa masuk kubur
Musuh sejati menyeringai makmur
Menghisap remah-remah keuntungan dari tanah yang subur
Bukankah dulu atas nama rakyat, lidah-lidah terjulur
Bukan untuk rakyat, jika mereka mau jujur
Rangkul….
Rangkul…..
Sekali lagi rangkul……..
Meski beda alur dan jalur
Rangkulan tanda bersyukur.
By. Kang Erlan Naofal, Teluk Kuantan 05 Agustus 2019.


