Karantina Masal
Kang Erlan/KPA Teluk Kuantan
Suatu saat nanti karantina masal kan jadi pilihan.
Suka tak suka harus dipaksakan
Jangan sampai saat itu kaki sudah gemetaran
Tak dapat berdiri kokoh dan bertahan.
Saat nafas tersenggal-senggal kelelahan.
Tubuh rapuh sempoyongan.
Akankah kuat menahan
Beban –beban berat tak tertahankan.
Beda hal jika dipermulaan
Kaki masih kokoh kuat berdiri bak pemuda gagah rupawan
Tubuh dan badan masih segar bugar menawan.
Jangankan menanggung pikulan dan beban
Memindahkan gunung menjulang ke awan
Menguras lautanpun masih bisa dilakukan.
Mudah-mudahan bayangan kegelapan
Hanya khayalan dalam pikiran
Seorang hamba yang peduli kehidupan insan
Semoga Allah turunkan hujan
Membawa air-air disfektan
Karena tak ada lagi yang dapat diharapkan.
Kecuali hanya Engkau tumpuan
Ya hanya Engkau lagi satu-satunya harapan
(Teluk Kuantan, Kang Erlan Naofal/PA. Teluk Kuantan, 22 Maret 2020)


